Jahe
(Zingiber officinale) berasal dari Asia Pasifik,tanaman jahe termasuk dalam
suku temu-temuan (Zingiberaceae) dan sefamili dengan tanaman kunyit, kencur,
temu lawak, dan lengkuas. Apalagi dengan penggunaan Pupuk Organik Nasa dari
awal olah tanah sampai panen jahe. Pupuk Organik Nasa juga telah
terbukti sama petani jahe bahwa mampu membantu dalam penggemburan tanah.
Saat ini jahe telah menjadi salah satu komoditas ekspor dengan harga dan
permintaan yang cukup tinggi.
Media Tanam
- Tanaman jahe paling cocok
ditanam pada tanah yang subur, gembur dan banyak mengandung humus.
- Tekstur tanah yang baik adalah
lempung berpasir, liat berpasir dan tanah laterik.
- Pada lahan dengan kemiringan
> 3% dianjurkan untuk dilakukan pembuatan teras, teras bangku sangat
dianjurkan bila kemiringan lereng cukup curam. Hal ini untuk menghindari
terjadinya pencucian lahan yang mengakibatkan tanah menjadi tidak subur,
dan benih jahe hanyut terbawa arus.
- Tanaman jahe dapat tumbuh pada
keasaman tanah (pH) sekitar 4,3-7,4. Tetapi keasaman tanah (pH) optimum
untuk jahe gajah adalah 6,8-7,0.
Budidaya
Tanaman Jahe
A.
Pembibitan
- Persyaratan Bibit Jahe
- Bibit berkualitas adalah bibit
yang memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh yang
tinggi), dan mutu fisik. Yang dimaksud dengan mutu fisik adalah bibit yang
bebas hama dan penyakit.
- Bahan bibit diambil langsung
dari kebun (bukan dari pasar).
- Dipilih bahan bibit dari
tanaman yang sudah tua (berumur 9-10 bulan).
- Dipilih pula dari tanaman yang
sehat dan kulit rimpang tidak terluka atau lecet.
- Teknik Penyemaian Bibit Jahe
- Untuk pertumbuhan tanaman yang
serentak atau seragam.
- Bibit jangan langsung ditanam sebaiknya
terlebih dahulu dikecambahkan.
- Penyemaian bibit dapat
dilakukan dengan bedengan atau dengan.
Adapun
teknik penyemaian sbb :
- Penyemaian pada peti kayu
- Rimpang jahe yang baru dipanen
dijemur sementara (tidak sampai kering), kemudian disimpan sekitar 1-1,5
bulan.
- Patahkan rimpang tersebut
dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur
ulang 1/2-1 hari.
- Selanjutnya potongan bakal
bibit tersebut dikemas ke dalam karung beranyaman jarang, lalu dicelupkan
dalam larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh sekitar 1 menit kemudian
keringkan.
- Setelah itu dimasukkan kedalam
peti kayu.
- Lakukan cara penyemaian dengan
peti kayu sebagai berikut : pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal
bibit selapis, kemudian di atasnya diberi abu gosok atau sekam padi,
demikian seterusnya sehingga yang paling atas adalah abu gosok atau sekam
padi tersebut. Setelah 2-4 minggu lagi, bibit jahe tersebut sudah disemai.
2. Penyemaian pada bedengan
- Buat rumah penyemaian sederhana
ukuran 10 x 8 m untuk menanam bibit 1 ton (kebutuhan jahe gajah seluas 1
ha).
- Di dalam rumah penyemaian
tersebut dibuat bedengan dari tumpukan jerami setebal 10 cm.
- Rimpang bakal bibit disusun
pada bedengan jerami lalu ditutup jerami, dan di atasnya diberi rimpang
lalu diberi jerami pula, demikian seterusnya, sehingga didapatkan 4
susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami.
- Perawatan bibit pada bedengan
dapat dilakukan dengan penyiraman setiap hari dan sesekali disemprot
dengan fungisida. Setelah 2 minggu, biasanya rimpang sudah bertunas.
- Bila bibit bertunas dipilih
agar tidak terbawa bibit berkualitas rendah.
- Bibit hasil seleksi itu
dipatah-patahkan dengan tangan dan setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas
dan beratnya 40-60 gram.
B.
Pengolahan Tanah
- Pembukaan Lahan
- Tanah diolah sedemikian rupa
agar gembur dan dibersihkan dari gulma. Pengolahan tanah dilakukan dengan
cara menggarpu dan mencangkul tanah sedalam 30 cm, dibersihkan dari
ranting-ranting dan sisa-sisa tanaman yang sukar lapuk.
- Setelah itu tanah dibiarkan 2-4
minggu agar gas-gas beracun menguap serta bibit penyakit dan hama akan
mati terkena sinar matahari.
- Apabila pada pengolahan tanah
pertama dirasakan belum juga gembur, maka dapat dilakukan pengolahan tanah
yang kedua sekitar 2-3 minggu sebelum tanam dan sekaligus diberikan pupuk
kandang dengan dosis 1.500-2.500 kg.
- Pembentukan Bedengan
Pada daerah-daerah yang kondisi air
tanahnya jelek dan sekaligus untuk encegah terjadinya genangan air, sebaiknya
tanah diolah menjadi bedengan-bedengan dengan ukuran tinggi 20-30 cm, lebar
80-100 cm, sedangkan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan.
- Pengapuran
- Pada tanah dengan pH rendah,
sebagian besar unsur-unsur hara didalamnya, Terutama fosfor (p) dan
calcium (Ca) dalam keadaan tidak tersedia atau sulit diserap.
- Kondisi tanah yang masam ini
dapat menjadi media perkembangan beberapa cendawan penyebab penyakit
fusarium sp dan pythium sp.
- Pengapuran juga berfungsi
menambah unsur kalium yang sangat diperlukan tanaman untuk mengeraskan
bagian tanaman yang berkayu, merangsang pembentukan bulu-bulu akar,
mempertebal dinding sel buah dan merangsang pembentukan biji.
- Tanah yang memiliki derajat
keasaman < 4 (paling asam) dibutuhkan dolomit minimal sebanyak 10
ton/ha. Sedangkan tanah yang memiliki derajat keasaman 5 (asam) dibutuhkan
dolomit 5.5 ton/ha; serta yang memiliki derajat keasaman 6 (agak asam)
dibutuhkan dolomit 0.8 ton/ha.
C. Penanaman
Jahe
Pada bedengan dibuat
lubang-lubang kecil atau alur sedalam 5 – 7 cm. Bibit jahe ditanam pada
lubang-lubang tersebut dengan tunas menghadap ke atas, jangan terbalik,
karena dapat menghambat pertumbuhan. Jarak tanam yang digunakan untuk
penanaman jahe putih besar yang dipanen tua adalah 80 cm x 40 cm atau 60
cm x 40 cm, jahe putih kecil dan jahe merah 60 cm x 40 cm. Penanaman jahe
sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan.
D.
Pemeliharaan Tanaman
- Penyiangan gulma
Penyiangan pertama dilakukan ketika tanaman jahe berumur 2-4 minggu kemudian dilanjutkan 3-6 minggu sekali. Tergantung pada kondisi tanaman pengganggu yang tumbuh. Namun setelah jahe berumur 6-7 bulan, sebaiknya tidak perlu dilakukan penyiangan lagi, sebab pada umur tersebut rimpangnya mulai besar.
2. Penyulaman
Menyulam tanaman yang tidak
tumbuh dilakukan pada umur 1 – 1,5 bulan setelah tanam dengan memakai
benih cadangan yang sudah diseleksi dan disemaikan.
3. Pembumbunan
- Tanaman jahe memerlukan tanah yang peredaran udara dan air dapat berjalan dengan baik, maka tanah harus digemburkan.
- Disamping itu tujuan pembubunan untuk menimbun rimpang jahe yang kadang-kadang muncul ke atas permukaan tanah.
- Apabila tanaman jahe masih muda, cukup tanah dicangkul tipis di sekeliling rumpun dengan jarak kurang lebih 30 cm.
- Pada bulan berikutnya dapat diperdalam dan diperlebar setiap kali pembubunan akan berbentuk gubidan dan sekaligus terbentuk sistem pengairan yang berfungsi untuk menyalurkan kelebihan air.
- Pertama kali dilakukan
pembumbunan pada waktu tanaman jahe berbentuk rumpun yang terdiri atas 3-4
batang semu, umumnya pembubunan dilakukan 2-3 kali selama umur tanaman
jahe. Namun tergantung kepada kondisi tanah dan banyaknya hujan.
4. Pengendalian organisme pengganggu tanaman
- Pengendalian hama penyakit
dilakukan sesuai dengan keperluan.
- Penyakit utama pada jahe adalah
busuk rimpang yang disebabkan oleh serangan bakteri layu (Ralstonia solanacearum).
- Penggunaan Produk Nasa yang berupa Natural Glio + pupuk kandang yang mana telah terbukti mampu
mengurahi serangan hama layu pada tanaman jahe.
- Hama yang cukup signifikan
adalah lalat rimpang Mimergralla coeruleifrons (Diptera, Micropezidae) dan
Eumerus figurans (Diptera, Syrpidae), kutu perisai (Aspidiella hartii)
yang menyerang rimpang mulai dari pertanaman dan menyebabkan penampilan
rimpang kurang baik serta bercak daun yang disebabkanoleh cendawan (Phyllosticta).
- Serangan penyakit ini apabila
terjadi pada tanaman muda (sebelum 6 bulan) akan menyebabkan penurunan
produksi yang cukup signifikan. Tindakan mencegah perluasan penyakit ini
dengan menyemprotkan fungisida segera setelah terlihat ada serangan
(diulang setiap minggu sekali), sanitasi tanaman sakit, inspeksi secara
rutin.
- Serangan hama dapat di tekan dengan olah tanah yang baik yaitu dengan penggunaan pupuk makro + mikro yang berimbang. Dengan pemakaian pupuk organik nasa yang berupa POC NASA + SUPERNASA + Hormonik dengan di campurkan 50% pupuk kimia (atau NPK) yang biasa petani pakai.
- Serta Penggunaan pestisida
organik nasa yang berupa PESTONA, Natural GLIO, BVR ,yang
telah terbukti bagi para petani jahe mampu menekan angka serangan hama pada
tanaman jahe mereka.
5. Pemupukan
- Selain pupuk dasar (pada awal
penanaman), tanaman jahe perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat
tanaman berumur 2-4 bulan).
- Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik nasa yang berupa POC NASA + SUPERNASA + Hormonik dengan di campurkan 50% pupuk kimia yang biasa petani pakai.
E. Panen
- Pemanenan dilakukan tergantung
dari penggunaan jahe itu sendiri.
- Bila kebutuhan untuk bumbu
penyedap masakan, maka tanaman jahe sudah bisa ditanam pada umur kurang
lebih 4 bulan dengan cara mematahkan sebagian rimpang dan sisanya
dibiarkan sampai tua.
- Apabila jahe untuk dipasarkan
maka jahe dipanen setelah cukup tua. Umur tanaman jahe yang sudah bisa
dipanen antara 10-12 bulan, dengan ciri-ciri warna daun berubah dari hijau
menjadi kuning dan batang semua mengering. Misal tanaman jahe gajah akan
mengering pada umur 8 bulan dan akan berlangsung selama 15 hari atau
lebih.
- Pemanenan jahe dilakukan dengan
cara tanah dibongkar dengan hati-hati menggunakan alat garpu atau cangkul,
diusahakan jangan sampai rimpang jahe terluka. Selanjutnya tanah dan
kotoran lainnya yang menempel pada rimpang dibersihkan dan bila perlu
dicuci. Sesudah itu jahe dijemur di atas papan atau daun pisang kira-kira
selama 1 minggu. Tempat penyimpanan harus terbuka, tidak lembab dan
penumpukannya jangan terlalu tinggi melainkan agak disebar.
- Waktu panen sebaiknya dilakukan
sebelum musim hujan. Pemanenan pada musim hujan menyebabkan rusaknya
rimpang dan menurunkan kualitas rimpang sehubungan dengan rendahnya bahan
aktif karena lebih banyak kadar airnya.
Catatan penting :
1
a. Alternatif 1: NPK + SUPERNASA + SupernasaGranule yang dikocorkan
dibibit yang ditanam masing-masing 2 gelas per titik tanam
setiap 2 minggu sekali selama masa pertumbuhan kurang lebih 3
bulan.
b. Alternatif 2: NPK + SUPERNASA yang dikocorkan dibibit yang
ditanam masing-masing 2 gelas per titik tanam setiap 2 minggu
sekali selama masa pertumbuhan kurang lebih 3 bulan. Setiap 1 minggu
sekali di semprot POC NASA 5 tutup/tangki dan Hormonik 1 tutup / tangki
Media tanam bisa yang dipakai adalah karung bekas atau polybag. Jika menggunakan karung, bisa menggunakan karung bekas beras atau pakan ternak. Semakin besar ukuran karung, media pengisi juga semakin banyak, namun produktivitas Jahe Merah juga akan semakin tinggi. Jika menggunakan polybag, gunakan polybag dengan ukuran minimal 40 x 50 cm. Media pengisi karung atau polybag adalah tanah, pasir dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1:1 atau 1:1:2
Pemesanan Produk Natural Nusantara
SMS/Telp : 0817163723/085664332000








0 comments:
Post a Comment