Daging bebek mempunyai permintaan hampir dari segala kelas usaha lainnya, mulai dari rumah tangga, pedagang kaki lima, restoran, hingga perhotelan. Tingginya permintaan daging bebek ini sering kali membuat pasokannya bahkan mengalami kekurangan, terutama permintaan daging bebek afkir, atau bebek petelur yang sudah tidak berproduksi, karena memang dagingnya yang tebal dan lebih gurih rasanya.
Tingginya permintaan bebek afkir ini menyebabkan pasokan bebek betina juga semakin menurun, karena bebek betina juga berfungsi sebagai bebek pembiakan. Jika pasokan bebek betina menurun, otomatis pasokan bebek secara umum juga akan mengalami penurunan.
Hal ini juga terjadi pada pada salah sat jenis bebek yang sangat diminati, yakni bebek hibrida. Bebek hibrida ini merupakan bebek dari hasil persilangan antara bebek peking dengan bebek lokal (mojosari). Persilangan ini menghasilkan anakan bebek yang secara fisik tidak jauh berbeda dengan bebek lokal, namun dengan postur tubuh lebih melebar dan berisi, berbeda dengan bebek lokal yang cenderung ramping dan nampak lebih tinggi.
Dari kualitas daging, bebek hibrida ini memiliki rasa juga seperti bebek lokal. Kelebihannya adalah pada tekstur dagingnya yang lebih lembut dan kenyal. Sangat cocok untuk dimakan dengan digoreng ataupun dibakar. Ini yang membuat permintaan akan daging bebek hibrida semakin meningkat bukan dalam hitungan bulan, namun peningkatan permintaannya pada sebagian besar wilayah di kota-kota besar adalah dalam hitungan hari. Dari hari ke hari permintaannya semakin meningkat.
Dalam masalah pembesarannya, ternyata bebek hibrida ini juga relatif tidak memerlukan waktu yang lama. Hanya dalam waktu rata-rata 40 hari, bebek hibrida sudah bisa mulai dipanen.
Keunggulan bebek hibrida secara keuntungan dari segi bobot badan, jika dibandingkan dengan bebek lokal terlihat berbeda. Pada bebek lokal yang siap panen setelah 2-3 bulan itu rata-rata bobot/ekor berkisar antara 1,2-1,4 kg, namun pada bebek hibrida yang dipanen setelah 40-50 hari itu rata-rata bobot/ekor berkisar antara 1,4-2 kg. Ini tentu saja menguntungkan para peternak.Dari segi pakan, terbukti juga terdapat perbedaan yang cukup signifikan terutama dari segi jumlah. Jika pada bebek lokal bisa menghabiskan hingga 4 kg pakan untuk mencapai berat 1,4 kg, namun pada bebek hibrida hanya membutuhkan pakan sebanyak 2,7 kg/ekor untuk mencapai berat 1,6-2 kg.
Meningkatkan nafsu makan ternak sehingga cepat panen & mengirit pakan, mencegah stres, ternak sehat, tahan penyakit, kotoran tidak berbau, angka kematian sangat rendah, menghasilkan daging berkualitas tinggi karena rendah kolesterol, mempercepat pertumbuhan ternak.
Produk Natural Nusantara yang digunakan pada budidaya Bebek Hibria adalah VITERNA, POC NASA dan HORMONIK.
Bibit (DOD) yang baru saja tiba dari pembibitan, hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salah rawat. Tambahkan VITERNA pada air minumnya untuk memberikan energi pada bibit itik dan mencegah stres yang bisa berakibat pada tingginya kematian bibit itik.
Cara pakai :
Campur jadi satu wadah, 1 botol VITERNA + 1 botol POC NASA + 1 botol HORMONIK . Kemudian ambil 1 tutup (10 cc) campur dengan 10 Liter air minum ternak / pakan apa saja. Cukup diberikan 2 x sehari dan boleh diberikan setiap hari mulai umur 2 hari.

Meningkatkan nafsu makan ternak sehingga cepat panen & mengirit pakan, mencegah stres, ternak sehat, tahan penyakit, kotoran tidak berbau, angka kematian sangat rendah, menghasilkan daging berkualitas tinggi karena rendah kolesterol, mempercepat pertumbuhan ternak.
Pemesanan Produk Natural Nusantara
SMS/Telp : 0817163723/085664332000









0 comments:
Post a Comment